Rabu, 23 Juli 2014

Murai Batu Blorok dan Penyebabnya - 1


Murai Batu Blorok

Pernahkah anda melihat Murai Batu dengan tampilan seperti pada gambar di atas? Murai Batu tersebut dikenal oleh para penghobi dengan sebutan Murai Batu Blorok. Saat ini fenomena blorok tidak hanya ditemukan pada burung kicauan Murai Batu saja, burung kicauan lain seperti burung kacer, kenari, love bird, cucak rowo juga ada yang berjenis blorok. Bahkan jenis hewan unggas lainnya yaitu ayam juga ada yang berjenis blorok.

Istilah blorok digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan pada beberapa unggas (ayam dan burung) yang memiliki beraneka rupa variasi warna pada bulunya. Variasi atau kombinasi warna bulu tersebut berada tidak teratur dan tidak seperti pada umumnya.

Jika merujuk pada gambar Murai Batu di atas, jelas tampilan Murai Batu di atas berbeda dari kebanyakan tampilan semua jenis Murai Batu pada umumnya. Murai Batu yang kita tau, selalu didominasi warna hitam pada bagian kepala, punggung sampai ekor, dan warna coklat kemerah-merah dari bagian perut sampai bagian kloaka, sedangkan warna putih terdapat di bawah ekornya.

Tampilan Murai Batu tersebut menjadi hal yang menarik untuk sebagian orang karena tampilan kombinasi warna seperti ini merupakan keadaan yang sangat langka dan menjadi ciri khas Murai Batu tersebut, sebab itulah beberapa penghobi menjual Murai Batu blorok di kisaran harga di atas 2 juta.

Sementara sebagian lagi justru menganggap Murai Batu ini terserang kelainan yang membuat nilai Murai Batu tersebut menjadi turun, karena tampilannya justru semakin jelek dan Murai Batu tersebut tidak tampak gagah lagi sebagai burung petarung. Jangankan untuk membeli di kisaran 2 juta, mungkin bagi mereka ini akan berpikir berulang kali jika pun ada yang menjual Murai Batu blorok dengan harga murah.

Terlepas dari perbedaan pandangan dari para penghobi tersebut, sebenarnya apa sih yang menyebabkan Murai Batu tersebut bisa berjenis blorok pada bulunya? Dan adakah perbedaan kemampuan Murai Batu blorok dengan Murai batu normal pada umumnya? Hal itulah yang akan coba dibahas pada artikel kali ini.

Seperti yang tertulis pada artikel omkicau.com mengenai misteri murai batu blorok, disebutkan ada 4 faktor penyebab Murai Batu bisa menjadi Murai Batu blorok yaitu : malnutrisi, depigmentasi, mutasi dan crossing (perkawinan silang). Berikut masing-masing penjelasannya :

Malnutrisi

Malnutrisi adalah suatu keadaan di mana tubuh kekurangan asupan gizi. Gizi yang dimaksud meliputi semuanya yang diperlukan tubuh baik itu vitamin, mineral, protein dan lain-lain. Pada Murai Batu, khususnya Murai Batu anakan hal ini akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya nanti menjadi tidak sempurna ketika di masa dewasa. Apalagi malnutrisi terjadi saat Murai Batu mengalami masa mabung.

Mengenai masalah blorok ini, kemungkinan besar Murai Batu tersebut sedang kekurangan zat mineral yang dibutuhkan untuk pigmentasi, sehingga warna bulunya tidak mengalami perubahan yang sempurna dan pada akhirnya muncul bintik-bintik bulu berwarna putih pada tubuhnya. Tapi jika hal ini penyebabnya, ada peluang Murai Batu tersebut dapat kembali menjadi normal (tidak blorok) ketika asupan gizi yang diterimanya mencukupi di masa depan.

Oleh : Roma Doni
Referensi gambar : http://www.olx.co.id/iklan/murai-batu-asli-medan-super-blorok-59504089.html
Referensi tulisan : http://omkicau.com/2013/01/21/misteri-murai-batu-blorok-2-antara-malnutrisi-depigmentasi-mutasi-dan-crossing/

Mengenal Jenis-jenis Cacing yang Menyerang Burung Murai Batu - 2

  • Cacing Tenggorokan



    Cacing Tenggorokan adalah jenis cacing yang hidup pada bagian tenggorokan makhluk hidup seperti manusia dan burung. Bagi burung murai batu yang dihinggapi oleh cacing tenggorokan akan mengalami pusing pada bagian kepalanya karena tersumbatnya aliran oksigen pada bagian tenggorokannya.

    Gejala lainnya ialah burung murai batu akan mengeluarkan lendir seperti ingus karena terganggunya saluran pernapasannya oleh cacing tenggorokan. Burung murai batu yang terlalu lama ditinggali oleh cacing tenggorokan yang telah menunjukkan tanda-tanda dan bahkan sudah semakin kronis maka burung murai batu bisa mati akibat terganggunya saluran pernapasannya.

    Cacing tenggorokan yang menghinggapi tenggorokan burung murai batu disebabkan oleh berbagai faktor di antaranya ialah pakannya yang sudah basi atau tidak layak lagi, kondisi minumannya yang telah lama tidak diganti atau berasal dari air sumur, kondisi kandang yang kotor, dan terjangkit dari burung ocehan lain yang ada di sekitarnya. Sehingga sekiranya burung murai batu dapat diperhatikan selalu kebersihan kandang dan makanannya serta jaga selalu kesehatannya dengan memberikan perawatan rutin yang menjauhkannya dari serangan parasit cacing tenggorokan.

  • Cacing Pita



    Cacing pita atau disebut Taenia sebagai nama ilmiahnya yang tempat hidupnya ialah pada bagian usus makhluk hidup seperti manusia, sapi, babi, bahkan burung ocehan. Caci pita mempunyai tiga spesies yakni taenia solium, taenia saginata, dan taenia asiatica. Ketiga jenis spesies cacing pita tersebut sama berbahaya dan menyebabkan makhluk hidup yang ditinggalinya akan mengalami sakit berupa sakit perut, diare, dan kehilangan berat badan.

    Cacing pita asalnya ialah dari hewan babi dan sapi yang memakan makanan yang mengandung telur Taenia selanjutnya telur tersebut menetas dan berkembang biak dalam tubuh hewan babi dan sapi. Lalu saat cacing pita telah dewasa dan mengeluarkan telurnya maka cacing pita dewasa akan keluar melalui kotoran hewan tersebut dan biasanya kotoran dari hewan tersebut dimanfaatkan sebagai pupuk kandang untuk sayuran dan buah-buahan. Manusia yang menyantapnya tanpa melakukan proses pemasakan secara matang atau mendidih akan terjangkit oleh telur cacing pita yang selanjutnya telur tersebut akan menetas dan bersemayam dalam usus manusia. Akibatnya manusia yang telah dijangkiti oleh cacing pita akan sakit pada bagian ususnya.

    Sedangkan bagi burung murai batu yang telah terjangkit oleh cacing pita umumnya gejalanya ialah kekurangan berat badan atau kurus, lesu, tidak bersemangat, kehilangan nafsu makan, diare, burung akan membuka paruhnya yang pertanda dia kehausan, dan bulunya akan tampak kusam dan kasar. Penyebab burung murai batu dijangkiti oleh cacing pita ialah kehadiran lalat yang membawa parasit telur cacing pita di tubuhnya dan lalat yang bertengger di kandang burung murai batu akan menjatuhkan telur cacing pita tersebut.

    Bisa jadi telur tersebut jatuh di alas kandang, di tempat makan, dan minuman. Sehingga burung murai batu yang menyantap makanan dan minuman yang sudah tertular telur cacing pita maka akan masuk ke dalam ususnya untuk berkembang biak. Sedari itu dikatakan kembali bahwa menjaga kebersihan kandang, makanan, minuman, dan kesehatan burung murai batu itu sangat penting sekali. Gunanya untuk menghalau berbagai jenis penyakit yang bisa menyerang burung murai batu termasuk parasit cacing pita.

Yups, itulah penjelasan yang cukup panjang mengenai berbagai jenis cacing yang menyerang burung murai batu. Sehingga dengan membaca artikel ini akan menambah pengetahuan kita mengenai jenis-jenis cacing yang berbahaya bagi burung murai batu dan kita bisa cepat dalam pengobatannya jika burung murai batu telah dijangkiti oleh cacing tersebut serta kita selalu sadar untuk menjaga kebersihan dan kesehatan burung murai batu. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://omkicau.com/artikel-lengkap/peta-penyakit-burung/#jenis
http://id.wikipedia.org/wiki/Taenia_(cacing_pita)

Gambar:
http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2012/01/03/cacing-oh-cacing-dikau-seram-ketika-dilihat-ada-di-perut-kami-424326.html
http://health.detik.com/read/2013/08/20/123137/2335001/763/demi-turunkan-berat-badan-cacing-pita-pun-ditelan-hidup-hidup?l771108bcj