Selasa, 04 November 2014

Mengulas Penyebab Sakit Mata Pada Burung Murai Batu

Sakit mata yang menyerang burung murai batu seringkali mengakibatkan burung sulit untuk melihat dengan jelas dan bahkan bila semakin parah bisa menyebabkan kebutaan permanen. Artikel ini mencoba untuk mengulas mengenai penyebab sakit mata yang menyerang burung murai batu. Tujuannya ialah agar kita bisa menjaga keselamatan mata burung murai batu dengan melakukan perawatan yang tepat padanya. Sedari itu sangat penting untuk menyimak artikel ini hingga tuntas. Dan inilah penjelasan mengenai penyebab sakit mata pada burung murai batu.

  • Lingkungan di sekitar kandang yang buruk

    Kandang burung murai batu yang diletakkan di tempat yang tidak kotor, berasap, dan berdebu dapat menjadi pemicu atau penyebab sakit mata pada burung murai batu. Karena asap yang berasal dari tempat pembakaran atau rokok yang memasuki kandang atau sangkar burung murai batu dan mengenai mata burung murai batu dapat menyebabkan mata burung murai batu kesakitan dengan mengeluarkan air mata. Jika hal ini tidak cepat disadari maka mata burung murai batu akan memerah dan menjadi sakit mata. Sedari itu sangat penting untuk menempatkan kandang atau sangkar burung murai batu di tempat yang nyaman atau jauh dari asap dan debu yang bisa mengganggu kesehatan matanya.


  • Adanya pantulan cahaya yang berlebihan

    Mata burung murai batu dan burung ocehan lainnya sangat rentan terhadap cahaya yang terlalu tajam jika mengenai matanya. Hal tersebut bisa menyebabkan silau dan mengganggu penglihatan matanya. Usahakan sangkar burung murai batu dihindarkan dari benda-benda yang dapat memantulkan cahaya yang tertuju ke dalam sangkar, karena pantulan cahaya tersebut bisa mengenai mata burung murai batu. Dan biasanya cahaya yang bisa merusak mata ialah sinar matahari, cahaya lampu, dan cahaya senter. Sedari itu jangan pernah coba-coba mendekatkan cahaya baik dari lampu ataupun senter secara langsung ke mata burung murai batu. Karena imbasnya bisa fatal yakni dapat membutakan mata burung murai batu yang menerima sinar cahaya yang berlebihan.

  • Terkena penyakit ‘snot’

    Pada artikel yang lalu sudah dijelaskan mengenai penyakit ‘snot’ yang bisa menyerang burung murai batu dan burung ocehan lainnya termasuk juga ayam. Penyakit ini menyerang bagian saluran pernapasan lalu menyebabkan peradangan di bagian mata burung sehingga terjadi pembengkakan di sekitar mata burung yang mengeluarkan cairan seperti nanah. Penyakit ini sangat berbahaya dan ini bisa menjadi salah satu penyebab mengapa mata burung murai batu sakit.

  • Cacingan pada mata burung murai batu

    Cacingan tidak hanya menyerang bagian pencernaan burung murai batu saja melainkan juga bisa menyerang pada bagian matanya juga. Cacing yang menyerang mata burung murai batu bernama Oxyspirura mansoni. Cacing ini berdiam di bagian mata burung murai batu dan merusak kornea mata sehingga membuat peradangan pada mata dan mengganggu penglihatan pada mata burung murai batu. Akibat selanjutnya burung murai batu bisa mengalami kebutaan permanen bila cacing ini tidak lekas dikeluarkan dari mata burung dengan diberikan obat yang tepat.

Yup, demikianlah ulasan mengenai penyebab sakit mata pada burung murai batu. Nah, setelah membaca artikel ini kita semua mengerti apa-apa saja yang menjadi penyebab sakit mata burung murai batu yang selanjutnya dapat diantisipasi dengan memberikan perawatan yang tepat sehingga dapat menghindarkan mata burung dari penyakit yang berbahaya. Dan semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita semuanya. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://omkicau.com/2012/11/13/penyebab-dan-penanganan-radang-mata-pada-burung-kicauan/

Gambar:
http://www.tabloidburung.com/2013/02/perawatan-dan-pengobatan-burung-yang.html

Senin, 13 Oktober 2014

Kendala Merawat Murai Batu yang Berekor Panjang Beserta Solusinya -2

Bulu ekor menggunting

Ekor menggunting maksudnya bentuk ekor Murai Batu yang tumbuh berbentuk menyerupai gunting, yakni tumbuhnya bulu ekor pendek diantara bulu ekor yang panjang di sekelilingnya, sehingga membuat seolah ekor Murai Batu bercabang dua, berikut contohnya :

Penyebabnya bisa dikarenakan kondisi lingkungan sekitar yang kurang lembab, alhasil bulu ekor terpanggang dengan panasnya terik matahari sehingga secara otomatis terjadinya perubahan bentuk. Selain itu, kebiasaan Murai Batu yang suka memainkan ekor saat mabung juga merupakan salah satu faktornya, padahal bisa jadi pada saat itu bulu ekor belum sepenuhnya tumbuh dengan sempurna. Hal ini akan diperparah apabila sangkar Murai Batu terlalu kecil sehingga pertumbuhan bulu ekor tidak berjalan normal. Akibatnya, ada bulu yang berukuran panjang-pendek.

Solusinya, tentu ukuran kandang pada Murai Batu berekor panjang haruslah yang berukuran besar, sesuaikan dengan panjang ekor Murai Batu agar burung pun leluasa untuk bergerak. Jangan sampai pada saat burung duduk di tangkringan bulu ekornya mengenai jeruji sangkar. Sedangkan terkait pada kondisi lingkungan, di sini anda bisa meletakkan sangkar Murai Batu pada tempat yang teduh dan jangan melakukan pengerodongan.



Tidak normalnya pertumbuhan bulu ekor yang memanjang

Sering terjadi pertumbuhan bulu ekor panjang pada Murai Batu tidak normal, maksudnya ada bulu panjang yang mengarah ke atas dan bulu panjang lainnya condong mengarah ke bawah seperti pada gambar. Dengan kata lain pertumbuhan bulu tidak sejajar meskipun panjang bulu ekor berukuran sama.

Dalam hal ini penyebabnya bisa dikarenakan oleh pemberian pakan yang tidak tepat dan adanya tungau bulu. Kehadiran tungau bulu pada ekor Murai Batu membuat Murai Batu merasa tidak nyaman, sehingga kerap mematuki bulu ekornya. Berawal dari patokan-patokan itu lama-kelamaan posisi tulang bulu yang semula sejajar akhirnya bisa bergeser dan berubah.Bila sudah demikian, pastinya pertumbuhan bulu akan tidak sejajar.

Pada kasus seperti ini pembasmian tungau yang menempel pada bulu Murai Batu adalah penting. Cara yang bisa anda lakukan yaitu dengan menyemprotkan desinfektan pada tubuh dan bulu Murai Batu. Kemudian menjaga kebersihan sangkar juga harus anda perhatikan demi terbebas dari ancaman tungau.



Karena apabila ekor Murai Batu bentuknya sudah seperti kasus ini maka untuk mengembalikan bentuk ekor sejajar kembali normal anda harus sabar menunggu Murai Batu mengalami masa mabung yang berikutnya.

Tidak tumbuh lagi bulu ekor panjang yang telah terputus

Resiko yang cukup berbahaya terjadi pada Murai Batu ekor panjang adalah hilangnya bulu ekor secara permanen. Banyak kejadian, Murai Batu ekor panjang yang sudah menjalani masa mabung kemudian mengalami putusnya bulu ekor, maka bulu ekornya tidak mau tumbuh lagi.

Apa yang menyebabkannya? Ini akibat dari terganggunya kesehatan Murai Batu, seperti terjadi gatal-gatal atau stres sehingga Murai Batu mencabuti bulu ekornya sendiri. Tetapi bisa juga disebabkan oleh perawatan yang tidak tepat dilakukan penghobi. Sering kejadian, penghobi memaksa mencabuti bulu ekor Murai Batu karena terlalu lama menunggu rontoknya bulu ketika Murai Batu mengalami mabung.

Tindakan seperti ini tidak dibenarkan. Sebab, dikhawatirkan tindakan mencabut bulu ekor secara paksa akan merusak lubang tumbuhnya tunas bulu. Inilah yang mengakibatkan bulu ekor tidak tumbuh lagi secara permanen.



Solusinya adalah dengan menjaga kesehatan Murai Batu dengan baik. Jauhkan Murai Batu dari hal-hal yang dapat membuatnya stres. Gatal-gatal yang dialami Murai Batu biasanya karena adanya kutu dan tungau yang menempel di bulu. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, semprotkan desinfektan untuk mengatasinya, serta lakukan pencegahan dengan cara menjaga kebersihan sangkar. Terakhir, hindari tindakan-tindakan anda selaku pemilik yang berisiko terhadap pertumbuhan bulu ekor murai batu apalagi tanpa dibarengi dengan pengetahuan yang mumpuni.

Oleh : Roma Doni
Sumber Gambar :
Pic 1 : http://i48.photobucket.com/albums/f236/efendi_6731/befendi012.jpg
Pic 2 : http://perawatanmurai.blogspot.com/2013/12/mengembalikan-kondisi-ekor-murai-batu.html
Pic 3 : http://zzzloveanimalzzz.blogspot.com/2011/04/kebiasaan-murai-batu-mabung-khusus-ekor.html
Sumber Referensi :
http://omkicau.com/2013/08/12/permasalahan-umum-pada-murai-batu-ekor-panjang/