Jumat, 28 November 2014

Keunikan Murai Batu Kepala Putih

Selama ini keberadaan Murai Batu Kepala Putih kurang begitu dikenal, bahkan mungkin banyak yang tidak mengetahui akan adanya Murai Batu berkepala putih. Namun bagi masyarakat Kalimantan sepertinya sudah tidak asing lagi melihat Murai Batu Kepala Putih. Ini karena, Kalimantan adalah wilayah penyebaran habitat satu-satunya Murai Batu Kepala Putih di Indonesia.

Bagi masyarakat Kalimantan sering menyebutnya dengan Murai Batu Mahkota, merupakan salah satu jenis spesies untuk Murai Batu Borneo, selain Murai Batu Palangkaraya dan Murai Batu Banjar. Sebagaimana ciri khas untuk setiap jenis Murai Batu Borneo saat bertanding, yakni menunjukkan gaya khasnya dengan membusungkan dada dan mengembangkan bulunya, begitupun yang kerap dilakukan Murai Batu Kepala Putih.

Penampilan fisik MB kepala putih sekilas mirip dengan rekan spesiesnya yaitu Murai Batu Banjar, baik dari ukuran tubuh yang sedang, ukuran ekor yang pendek (antara 10 sampai 13 cm), sampai gaya bertarungnya. Perbedaan yang mencolok itu terletak pada warna bulunya saja yaitu ada corak berwarna putih pada bagian kepala dan di perbatasan punggung dengan ekor.

Tapi jika ditanyakan soal kemampuan kicauan, MB kepala putih tentu tidak bisa dianggap remeh. Performa suara kicauannya terdengar sangat garang dan kuat, sering mengeluarkan tembakan-tembakan yang merdu dan tak terduga, variasi kicauannya yang mampu diserap juga banyak. Kenyataan ini jelas memupuskan pernyataan bahwa spesies Murai Batu Borneo berkarakter ngebass dan monoton.



Seperti yang ditulis pada situs omkicau.com kegarangan dari suara kicauan MB Kepala Putih membuat jenis ini sering juga diadu dengan Murai Batu Medan, meski hanya sekedar di trek. Bahkan berkat keunikan tampilan dan kemampuan kicauannya itu, banyak ditemui para penghobi di Malaysia yang mengawinsilangkan kedua jenis Murai Batu tersebut untuk menghasilkan varian baru yang berkualitas dengan tampilan seperti MB kepala Putih akan tetapi memiliki ekor panjang seperti Murai Batu Medan.

Di negara Malaysia sebutan untuk Mb kepala putih adalah Murai Batu Sabah, ada juga yang menyebutnya Murai Batu Chai. Sebaliknya di Malaysia justru Murai Batu Kepala Putih lebih familiar di kalangan masyarakatnya berbeda dengan di Indonesia, habitat asli burung ini.

Dalam buku Distribusi dan Taksonomi burung se-Dunia yang ditulis oleh CG Sibley dan BL Manroe, mengelompokkan MB kepala putih dalam spesies tersendiri dengan nama ilmiah Copsychus stricklandii. Disebutkan lagi dalam buku tersebut kalau MB kepala putih mempunyai 2 sub-spesies, yaitu Copsychus stricklandii dan Copsychus stricklandii barbouri.

Yang membedakan untuk subspesies MB kepala putih barbouri dengan stricklandii terletak pada warna bulu yang ada di perbatasan punggung dengan ekor. MB kepala putih jenis barbouri akan ditemukan bulu berwarna putih di bagian perbatasan tersebut, sementara untuk jenis stricklandii tidak ditemukan, dengan di bagian perbatasan hanya berwarna bulu hitam polos.

Sedangkan kemampuan masing-masing subspesies ini bisa dikatakan sama. jika anda ingin membuktikan akan kemampuan yang dimiliki MB kepala putih berikut penulis sertakan link untuk mengarahkan anda melihat video MB kepala putih yang sedang berkicau.





Oleh : Roma Doni
Sumber Referensi :
http://omkicau.com/2013/01/17/melihat-kegarangan-murai-batu-kepala-putih/
http://infomurai.blogspot.com/2013/03/tentang-burung-murai-batu-borneo.html
Sumber Gambar :
http://tipspetani.blogspot.com/2013/04/sub-spesies-murai-batu-copsychus.html

Selasa, 04 November 2014

Mengulas Penyebab Sakit Mata Pada Burung Murai Batu

Sakit mata yang menyerang burung murai batu seringkali mengakibatkan burung sulit untuk melihat dengan jelas dan bahkan bila semakin parah bisa menyebabkan kebutaan permanen. Artikel ini mencoba untuk mengulas mengenai penyebab sakit mata yang menyerang burung murai batu. Tujuannya ialah agar kita bisa menjaga keselamatan mata burung murai batu dengan melakukan perawatan yang tepat padanya. Sedari itu sangat penting untuk menyimak artikel ini hingga tuntas. Dan inilah penjelasan mengenai penyebab sakit mata pada burung murai batu.

  • Lingkungan di sekitar kandang yang buruk

    Kandang burung murai batu yang diletakkan di tempat yang tidak kotor, berasap, dan berdebu dapat menjadi pemicu atau penyebab sakit mata pada burung murai batu. Karena asap yang berasal dari tempat pembakaran atau rokok yang memasuki kandang atau sangkar burung murai batu dan mengenai mata burung murai batu dapat menyebabkan mata burung murai batu kesakitan dengan mengeluarkan air mata. Jika hal ini tidak cepat disadari maka mata burung murai batu akan memerah dan menjadi sakit mata. Sedari itu sangat penting untuk menempatkan kandang atau sangkar burung murai batu di tempat yang nyaman atau jauh dari asap dan debu yang bisa mengganggu kesehatan matanya.


  • Adanya pantulan cahaya yang berlebihan

    Mata burung murai batu dan burung ocehan lainnya sangat rentan terhadap cahaya yang terlalu tajam jika mengenai matanya. Hal tersebut bisa menyebabkan silau dan mengganggu penglihatan matanya. Usahakan sangkar burung murai batu dihindarkan dari benda-benda yang dapat memantulkan cahaya yang tertuju ke dalam sangkar, karena pantulan cahaya tersebut bisa mengenai mata burung murai batu. Dan biasanya cahaya yang bisa merusak mata ialah sinar matahari, cahaya lampu, dan cahaya senter. Sedari itu jangan pernah coba-coba mendekatkan cahaya baik dari lampu ataupun senter secara langsung ke mata burung murai batu. Karena imbasnya bisa fatal yakni dapat membutakan mata burung murai batu yang menerima sinar cahaya yang berlebihan.

  • Terkena penyakit ‘snot’

    Pada artikel yang lalu sudah dijelaskan mengenai penyakit ‘snot’ yang bisa menyerang burung murai batu dan burung ocehan lainnya termasuk juga ayam. Penyakit ini menyerang bagian saluran pernapasan lalu menyebabkan peradangan di bagian mata burung sehingga terjadi pembengkakan di sekitar mata burung yang mengeluarkan cairan seperti nanah. Penyakit ini sangat berbahaya dan ini bisa menjadi salah satu penyebab mengapa mata burung murai batu sakit.

  • Cacingan pada mata burung murai batu

    Cacingan tidak hanya menyerang bagian pencernaan burung murai batu saja melainkan juga bisa menyerang pada bagian matanya juga. Cacing yang menyerang mata burung murai batu bernama Oxyspirura mansoni. Cacing ini berdiam di bagian mata burung murai batu dan merusak kornea mata sehingga membuat peradangan pada mata dan mengganggu penglihatan pada mata burung murai batu. Akibat selanjutnya burung murai batu bisa mengalami kebutaan permanen bila cacing ini tidak lekas dikeluarkan dari mata burung dengan diberikan obat yang tepat.

Yup, demikianlah ulasan mengenai penyebab sakit mata pada burung murai batu. Nah, setelah membaca artikel ini kita semua mengerti apa-apa saja yang menjadi penyebab sakit mata burung murai batu yang selanjutnya dapat diantisipasi dengan memberikan perawatan yang tepat sehingga dapat menghindarkan mata burung dari penyakit yang berbahaya. Dan semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita semuanya. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://omkicau.com/2012/11/13/penyebab-dan-penanganan-radang-mata-pada-burung-kicauan/

Gambar:
http://www.tabloidburung.com/2013/02/perawatan-dan-pengobatan-burung-yang.html