Selasa, 30 September 2014

Perawatan Burung Petarung Murai Batu Untuk Ajang Perlombaan



Mempunyai seekor burung di rumah tentunya harus dengan perawatan yang cukup agar pertumbuhan burung tersebut dapat berkembang dengan baik. Apalagi jika burung peliharaan Anda dapat memperlihatkan kemampuannya terutama kemampuan untuk berkicau dengan suara yang merdu dan memiliki postur tubuh burung yang menarik. Suara kicauan burung yang merdu merupakan point plus bagi Anda jika Anda dapat merawatnya dengan baik. Seperti halnya dengan si burung petarung murai batu ini.

Ya, burung murai batu merupakan seekor burung yang terbilang cerdas dan mempunyai suara kicauan yang amat merdu. Itu sebabnya pada saat ini burung murai batu sangat banyak digemari. Oleh karena itu tak jarang banyak orang-orang yang merawat dan melatih burung murai batu agar suaranya merdu. Dengan memiliki suara merdu, burung ini dapat diikutsertakan mengikuti ajang perlombaan. Namun sebelum burung murai batu ini mengikuti ajang perlombaan tentunya harus memiliki kemampuan suara berkicau yang cukup merdu.

Untuk memiliki suara yang merdu, Anda sebagai pemilik burung harus bisa dan terbiasa melatihnya agar kemampuan burung tersebut dapat lebih baik lagi dan memiliki stamina tubuh yang stabil. Bagi Anda yang ingin memperlombakan burung murai batu, sebaiknya ada perlu melakukan perawatan yang khusus sebelum dan setelah mengikuti ajang perlombaan. Bagaimana sih cara perawatan Burung murai batu untuk ajang perlombaan ?

Untuk awal perawatan Anda harus mengenali terlebih dahulu bagaimana karakter dasar dari burung murai batu tersebut. Biasanya jika murai batu Anda terlalu galak atau kurang bergairah, Anda dapat mengatasinya dengan mengatur cara pemberian extra fooding. Apa itu extra fooding? Extra fooding merupakan makanan lebih yang biasa diberikan kepada seekor burung sebagai pendukung dari makanan utama sehari-hari. Biasanya pemberian extra fooding ini diberikan untuk menutupi kekurangan nutrisi utama seperti energi metabolisme, karbohidrat, lemak, serat kasar, dan protein dengan tujuan agar burung tersebut memiliki mental yang matang untuk mengikuti perlombaan.

Perawatan yang bisa Anda lakukan untuk burung murai batu Anda sebelum sampai setelah mengikuti ajang perlombaan dapat mulai dilakukan dari:
  1. Pemberian jangkrik dengan porsi lebih, yang sebelumnya hanya memberi 4 ekor, kini menjadi 7-10 ekor. Pemberian jangkrik dengan porsi lebih dapat dilakukan di hari-hari berikutnya sampai menjelang hari di mana ajang perlombaan akan dimulai.
  2. Sebaiknya jangan mandikan burung murai batu Anda sebelum perlombaan dan usahakan simpan kurungannya di tempat yang jauh dari lapangan perlombaan dan jauh dari burung murai batu lainnya.
  3. Pada saat akan melanjutkan perlombaan ke tahapan lomba berikutnya, sebaiknya berikan jangkrik maksimal 5 ekor, ulat hongkong 3 ekor, dan simpan kurungannya di tempat yang jauh dari lokasi perlombaan.
  4. Setelah selesai mengikuti perlombaan, agar burung murai batu Anda tidak menjadi galak segera mandikan dan jangan berikan dulu makanan jangkrik.
  5. Berikan multi vitamin pada air minum burung pada satu hari setelah hari perlombaan selesai.
  6. Dan dalam jangka waktu 3 hari setelah perlombaan selesai, lakukan penjemuran burung maksimal 30 menit selama 1 hari.

Semoga cara perawatan burung murai batu ini dapat bermanfaat bagi Anda yang ingin mengikutsertakan burung murai batu peliharaan untuk ajang perlombaan.

Oleh : Fitriyana Suhendi
Referensi materi : Winaris, Imam Wahyu. 2011. Cara-Cara Sakti Merawat Beragam Jenis Burung Lomba. Jogjakarta: DIVA Press.
Referensi foto : http://indraandriyadi.blogdetik.com

Selasa, 26 Agustus 2014

Solusi Atasi Murai Batu yang Mogok Makan Voer



Seperti yang kita ketahui Murai Batu merupakan burung kicauan murni pemakan serangga. Beberapa serangga kecil seperti jangkrik, belalang, dan ulat hongkong adalah pakan favorit Murai Batu di alam liar. Hal inipun menjadi dasar bagi banyak penghobi untuk senantiasa memberikan pakan serangga kepada Murai Batu.

Namun tidak jarang, berangkat dari pengetahuan ini banyak penghobi yang memberikan porsi pakan serangga secara berlebihan pada Murai Batu. Dampaknya adalah Murai Batu pun ketergantungan dengan pemberian pakan serangga tersebut. Yang menjadi masalah kemudian banyak kasus yang terjadi Murai Batu yang semula sudah makan voer, akhirnya lambat laun tidak mau lagi mengonsumsi voer atau istilahnya “Mogok Makan Voer”.

Bila Murai Batu anda pernah atau sedang mengalami kasus yang sama, berarti itu karena anda terlalu memanjakan Murai Batu dengan pakan serangga. Biasanya jika sudah demikian, Murai Batu akan “Memaksa” si pemilik agar memberikan pakan serangga sebagai pakan hariannya, sekalipun ditaruh pakan voer di kandangnya dia tidak menyentuh atau memakannya.

Murai Batu adalah burung yang cerdik, demi untuk mendapatkan pakan serangga itu Murai Batu bisa saja akan bertahan “ngambek” tidak mau makan voer demi mencari perhatian dari si pemilik agar datang sambil membawakan serangga favoritnya. Jika Murai Batu terus dituruti kemauannya, bisa-bisa Murai Batu tidak lagi menganggap pakan voer sebagai pakannya. Sehingga, Murai Batu akan rela berlapar-lapar sampai si pemilik datang membawakan pakan serangga barulah burung itu mau makan.

Tanda Murai Batu mogok makan voer yang bisa kita lihat dengan mudah. Di awal tentunya bisa kita lihat dari ketersediaan pakan voer dalam kandangnya, di makan atau tidak. Kemudian bisa juga dilihat dari ciri-ciri kotorannya, Murai Batu yang tidak lagi makan voer, kotorannya akan encer, berwarna putih, dan tidak menggumpal.

Memang sedikit ada kesamaan dengan gejala penyakit berak kapur, hanya saja pada kasus mogok makan voer ini perilaku Murai Batu masih giras dan rajin berkicau (selama masih diberi pakan serangga), terus kotorannya yang berwarna putih itu tidak banyak menempel (lengket) pada bagian kloakanya.

Dalam mengatasi permasalahan ini salah satu caranya adalah sebagai berikut :

Di mulai pada siang hari, buat Murai Batu dalam keadaan lapar, dengan tidak memberikan pakan serangga atau apapun itu. Taruhlah pakan voer dalam wadah yang berada di kandangnya. Tinggalkan burung tersebut sendirian, dengan suasana yang nyaman. Pada sore hari cek Murai Batu tersebut, lihat ketersediaan pakan voernya, apakah dimakan atau tidak.

Bila tidak, biarkan burung dalam keadaan seperti itu sampai keesokan hari, tetap jangan beri pakan serangga. Anda tidak perlu khawatir, Murai Batu hanya akan mengalami masa kritis bila selama 3 hari berturut tidak diberi pakan. Keesokan harinya anda bisa melihat kotoran Murai Batu, apakah kotorannya sudah ada perubahan seperti berbekas makan voer atau belum. Bila belum juga lanjutkan sampai sore hari.

Jika pun pada sore hari belum juga ada perubahan, mungkin anda bisa menebar pakan voer pada dasar sangkar untuk menarik perhatian Murai Batu. Sebenarnya pada titik ini, Murai Batu sudah pasti dalam keadaan lapar sekali. Biasanya dia akan makan voer tersebut.

Tapi untuk memastikan bisa dilihat pada kotorannya di keesokan hari. Bila belum juga ada perubahan, anda bisa sedikit bersabar menunggu sampai sore hari, dengan catatan perhatikan juga kondisi Murai Batu tersebut, jangan sampai terlalu anda paksakan. Bila kondisi tubuhnya tidak memungkinkan lagi, takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya berikan saja pakan serangganya dalam porsi yang sedikit, dua atau tiga ekor jangkrik saja sebagai pengganjal. Itupun bila kondisi Murai batu benar-benar sangat memprihatinkan sekali seperti sudah terjatuh dan tak mampu bertengger lagi di tangkringan. Namun bila kondisi Murai Batu tampak masih fit dan kuat tak perlulah untuk ditolerir.

Sebaliknya bila ternyata sudah tampak perubahan yang mulai menggumpal pada kotorannya berarti Murai Batu mulai memakan voer tersebut. Untuk membiasakannya, lakukan cara yang sama sampai besok dan lusa, dengan tetap menaruh pakan voer pada kandang dan tidak memberikan pakan serangga, supaya Murai Batu benar-benar pulih kembali untuk makan voer

Barulah di hari berikutnya, anda boleh memberikan pakan serangga tapi dalam porsi sedikit sebagai ekstra foodingnya, itupun serangga ditaruh atau dicampur pada wadah yang berisi pakan voer tadi. Demi kelancaran seterusnya, pakan voer dalam kandang jangan sampai kosong, dan jangan dibiasakan untuk memberikan pakan serangga dengan cara memberikan melalui tangan anda secara langsung, nanti Murai Batu selalu mengira setiap anda datang pasti yang dibawa adalah pakan serangga.

Setelah beberapa hari kemudian barulah porsi pemberian EF sudah bisa di buat dalam porsi yang normal.

Oleh : Roma Doni
Sumber Gambar : http://blog-muraibatu.blogspot.com/2013/07/membuat-tepung-jangkrik-untuk-murai-batu.html
Referensi Tulisan : http://omkicau.com/2013/11/29/bagaimana-jika-murai-batu-mogok-makan-voer/