Sabtu, 29 Maret 2014

Amankah Belalang Dimakan Murai Batu?



Belalang yang mempunyai nama ilmiah Dissosteira Carolina adalah serangga yang cukup mudah ditemukan di hampir semua daerah Indonesia. Seperti yang diketahui kebanyakan masyarakat di berbagai daerah menyantap belalang sebagai pengganti menu sebab mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi yang bagus untuk tubuh dan menjadi makanan ringan. Sama halnya dengan burung ocehan terutama burung murai batu yang saat sedang berada di alam liar menjadikan belalang sebagai menu utamanya di samping dia juga memakan serangga kecil lain seperti jangkrik.

Belalang yang gemar makan daun dikenal masyarakat sebagai hama yang dapat membunuh tanaman dikarenakan ludahnya mengandung racun yang mematikan tanaman. Selain itu juga banyak di antara masyarakat memanfaatkan belalang untuk dikonsumsi dengan mengolahnya menjadi tepung dan keripik atau makanan kering. Termasuk di antara pemanfaatan belalang sebagai serangga kecil yang berharga juga diberikan sebagai makanan untuk burung murai batu yang dijual di pasar burung ocehan. Tapi tidak semua jenis belalang aman untuk dimakan oleh burung murai batu dan jenis belalang yang biasanya disantap oleh burung murai batu adalah belalang kayu yang berwarna hijau dan belalang setan yang berwarna hijau. Sedangkan untuk belalang yang berwarna hitam ataupun merah diusahakan jangan pernah diberikan untuk burung murai batu sebab belum diketahui tingkat kandungan gizinya.

Para penggemar burung ocehan terutama murai batu mengenal belalang sebagai makanan untuk burung murai batu yang manfaatnya dapat menjernihkan kicauan burung murai batu dan menerangkan warna bulunya. di samping itu juga manfaat lain dari pemberian belalang untuk dikonsumsi oleh burung murai batu adalah dapat menggemukkan badan murai batu yang tampak kurus dan mempercepat pertumbuhan bulunya yang rontok pada saat musim mabung. Sebab dalam tubuh belalang mengandung banyak protein sebanyak 62 gram dan juga terdapat berbagai vitamin seperti A, B, B1, B2, B6, C, dan E. Lalu di tubuh belalang juga terkandung berbagai jenis mineral seperti Kalium, Fosfor, Kalsium, dan Sodium.

Sehingga belalang disebut aman dikonsumsi oleh burung murai batu jawabnya benar tapi perhatikan juga jumlah belalang yang diberikan untuk disantap oleh burung murai batu. Dikarenakan tingginya kandungan proteinnya mencapai 62 gram membuat murai batu menjadi alergi dengan gejalanya akan mematuk-matuki sayapnya bahkan mencabutinya. Dan juga dampak buruk lainnya bisa membuat murai batu menjadi ketagihan untuk tidak mau memakan serangga lain kecuali belalang. Dan solusinya variasikan makanannya dengan jenis serangga lain setiap hari atau beberapa hari sekali dalam seminggu agar menjauhkannya dari alergi dan ketagihan.

Porsi pemberian belalang untuk burung murai batu sebagai makanan extra fooding yakni berikan sekitar 2 ekor untuk murai batu dewasa dan selama 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Sedang untuk yang bakalan dapat memberikan 4 sampai 5 ekor belalang yang dapat membantu percepatan pertumbuhan tubuhnya. Tapi agar dia tidak ketagihan dapat mengurangi jumlah belalangnya menjadi 2 atau 3 ekor belalang divariasikan dengan jangkrik sebanyak 2 sampai 3 ekor juga.

Di pasaran belalang dijual dengan harga bervariasi tergantung jumlah pasokannya di pasar burung ocehan. Dan biasanya harganya cukup terjangkau sehingga tidak begitu sulit mendapatkannya di tempat penjual makanan burung ocehan.

Sedari itu dari paparan mengenai belalang yang dimakan untuk dimakan oleh burung murai batu dapat disimpulkan menjadi beberapa poin penting: belalang mengandung banyak gizi yang dibutuhkan oleh burung murai batu, hanya belalang hijau dan coklat yang biasanya diberikan untuk dimakan murai batu, dan perhatikan kadar pemberian belalang untuk murai batu. Sehingga dapat dikatakan belalang memang aman untuk disantap oleh burung murai batu. Jadi Anda bisa menambahkan belalang ke dalam daftar menu makanan burung murai batu kesayangan Anda. Okey.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://omkicau.com/2013/07/19/manfaat-belalang-sebagai-pakan-burung/
http://id.wikipedia.org/wiki/Belalang
Gambar:
http://tipsmancing.info/cara/cara-budidaya-ternak-belalang-pakan-burung-1.html

Kamis, 27 Maret 2014

Waspadai Murai Batu di Musim Penghujan (2) - Habis

Perawatan Murai Batu

Jika perubahan cuaca memasuki musim penghujan, perawatan yang harus diterapkan pada Murai Batu pastilah tidak sama dengan perawatan yang seperti biasa kita terapkan pada Murai Batu sehari-harinya. Beberapa perawatan Murai Batu seperti penjemuran, pemandian, pengerodongan, sampai pada pemberian makan juga memiliki aturan-aturan yang berbeda kala memasuki musim penghujan.

Sebagai penghobi atau pemilik dari Murai Batu tersebut, kita harus peka dengan setiap perubahan cuaca yang terjadi agar juga bisa menyesuaikan perawatan yang kita berikan kepada Murai Batu. Di bawah ini adalah perawatan yang dapat kita terapkan pada Murai Batu di musim penghujan, supaya Murai Batu tetap dalam kondisi yang fit dan terhindar dari berbagai ancaman bahaya penyakit yang dapat menyerangnya.

  • Aturan Teknik Penjemuran

    Jika biasa kita melakukan penjemuran 1-2 jam lamanya di pagi hari sebagai perawatan rutin yang wajib bagi Murai Batu, maka ketika musim penghujan intensitas waktu penjemuran harus dikurangi. Jemur Murai Batu selama 20 menit saja, itupun saat matahari mulai tampak bersinar baru kemudian anda jemur.

    Namun apabila cuaca terlihat mendung, serta hembusan angin cukup kencang, sebaiknya urungkan niat anda untuk menjemur Murai Batu. Memang penjemuran bermanfaat bagi Murai Batu untuk memperoleh vitamin D sebagai komponen pengolah kalsium dalam tubuh, tetapi jika kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk menjemur, sebaiknya jangan dipaksakan melakukan penjemuran.

    Tidak lupa, saat melakukan penjemuran untuk tidak meninggalkan Murai Batu, di musim penghujan perubahan cuaca tidak menentu, mana tahu tiba datangnya angin kencang atau turunnya hujan agar dapat mengamankan Murai Batu secepatnya.

  • Aturan Teknik Pemandian

    Sama halnya dengan teknik penjemuran sebelumnya, perawatan mandi pada Murai Batu di musim penghujan juga tidak perlu dipaksakan. Apalagi harus menyemprotnya dengan air menggunakan sprayer. Di musim penghujan kebanyakan burung kicauan tidak bernafsu untuk mandi, faktor cuaca yang cenderung dingin juga berpengaruh.

    Anda boleh mencoba dengan memasukkannya dalam keramba, dengan terlebih dahulu volume air dalam keramba dikurangi dari volume biasanya. Biarkan naluri Murai Batu itu sendiri yang menentukan, apakah ia ingin mandi atau tidak. Jika dalam kurun waktu lewat dari 10 menit dia tidak menunjukkan gejala ingin mandi, maka keluarkan Murai Batu dalam keramba, sebaliknya jika pun ia ingin mandi dalam keramba, sebaiknya jangan biarkan Murai Batu mandi terlalu lama.

  • Aturan Teknik pengerodongan

    Di musim penghujan, usahakan Murai Batu ditempatkan pada suhu yang hangat, jangan taruh Murai Batu dalam luar rumah apalagi saat kondisi cuaca banyak angin, mendung, gerimis, terlagi saat hujan. Full kerodong merupakan alternatif yang baik untuk menghangatkan Murai Batu dari dinginnya cuaca, cara lainnya bisa dengan menempatkan sangkar Murai Batu di bawah cahaya lampu.

    Sesekali anda juga diharuskan membuka kerodong, baik sebagian kerodong atau seluruhnya di saat cuaca di luar rumah mulai cerah, karena Murai Batu yang terus-terusan di full kerodong juga tidak baik, bisa mengakibatkan stres bagi Murai Batu. Jangankan lupa kebersihan kerodong harus dijaga, dengan mencucinya seminggu sekali. Kelembaban udara dapat membuat aroma kerodong menjadi cepat bau dan itu mengganggu kenyamanan Murai Batu dalam sangkar.

  • Aturan Teknik Pemberian Pakan

    Selama musim penghujan, ekstra fooding bagi Murai Batu akan sangat baik. Pemberian pakan jangkrik (2-3 ekor), ulat, juga kroto bisa membantu meningkatkan staminanya kembali. Selain itu manfaat dari pemberian vitamin juga membantu Murai pertahankan kondisi tubuhnya melawan virus-virus bakteri yang mencoba masuk menyerang Murai Batu.

    Sementara untuk pakan olahan yang anda berikan pada Murai Batu, sebaiknya pakan olahan diberikan dalam takaran secukupnya untuk digunakan per hari. Agar setiap harinya pakan olahan dalam kondisi baru dan tidak basi. Jika masih ada pakan olahan yang tersisa dari pemberian semalam sebaiknya dibuang saja untuk diganti dengan yang baru.

Selain dari keempat teknik perawatan Murai Batu pada musim penghujan, yang tidak kalah penting adalah kebersihan kandang atau sangkar dari Murai Batu itu sendiri. Rutinlah untuk membersihkan kotoran-kotoran yang menempel di sangkar setiap harinya, dengan begitu akan mengurangi resiko berkembangbiaknya bakteri dalam sangkar yang mengancam kesehatan Murai Batu anda. Demikian artikel ini, semoga berkenan dan bermanfaat. Terima kasih.

Oleh : Roma Doni
Sumber Referensi :
http://omkicau.com/2012/10/17/6-poin-penting-merawat-burung-di-musim-hujan/ http://muraibatuaceh.blogspot.com/2008/11/waspada-terhadap-cuaca-musim-hujan.html
http://perawatanmurai.blogspot.com/2013/12/merawat-murai-batu-di-musim-hujan.html
http://omkicau.com/2013/12/16/enam-langkah-mengamankan-mb-di-musim-hujan/